Ketika Sedang Tidak Mood Menulis

Credit Photo: Unsplash


Beberapa hari ini aku sangat tidak mood untuk menulis. Awalnya aku memiliki beberapa kegiatan yang cukup padat meskipun hanya sebagai istri rumah tangga. Begitu kegiatan sudah terselesaikan, tiba-tiba moodku langsung hilang seketika untuk menulis.

Ternyata benar adanya, kalau sudah tidak mood menulis dan motivasi susah untuk dibangkitkan, maka menulis 50 kata pun rasanya sulit sekali. Begitu juga yang terjadi padaku.

Aku merasa burnout sekali beberapa hari ini. Beruntungnya aku punya blog gratisan yang mungkin tidak akan dibaca oleh beberapa teman dekatku. Blog ini hanya aku ikut sertakan untuk setoran KLIP saja. Kalau ada yang membaca, mungkin aku tidak mengenalnya.

Kalaupun mengenalku, maka kuharap orang yang membacanya cukup tahu saja bahwa aku sedang burnout. Aku memang sekarang menganggur dan hanya jadi istri rumah tangga saja. Namun bukan berarti aku tidak bisa burnout.

Aku menyebut diriku istri rumah tangga karena aku belum menjadi seorang ibu. Kalau sudah jadi ibu maka bisa aku sebut diri ini sebagai ibu rumah tangga. Jangan tanya kenapa aku belum jadi ibu ya! Kalau kamu bertanya seperti itu kepadaku, maka akan aku suruh bertanya langsung kepada Tuhan saja.

Burnout bisa menimpa siapa saja, bahkan pengangguran seperti aku sekalipun. Di saat job ngeblog sepi, aku jujur merasa stress banget. Tidak punya pemasukan, sementara aku sudah kadung resign 2 tahun lalu yaitu lebih tepatnya di tahun 2024.

Dulu aku kira profesi blogger bisa stabil dan prospektif, nyatanya tahun 2026 aku lihat profesi yang sedang aku jalani ini mengalami tren penurunan. Mungkin dunia digital sedang bermanja-manja pada TikTok sehingga tidak membutuhkan blog lagi. 

Meskipun ada yang masih optimis dengan profesi blogger, namun entah kenapa optimismeku semakin menciut. Aku paham, bahwa dunia freelancer itu dinamis. Kadang banyak kerjaan, namun tak jarang sepi penghasilan.

Namanya juga freelancer. Mau gimana lagi, aku sudah mengambil keputusan di tahun 2024 sehingga tidak bisa aku cabut kembali keputusanku itu.

Akhirnya aku pun kalah dengan keadaan, sehingga mau tak mau di usia yang tidak muda lagi, aku berniat mencari pekerjaan kantoran lagi. Tapi ketika menjalani proses wawancara, aku pun terhenyak manakala berhadapan dengan saingan-sainganku dimana usianya sangat jauh di bawahku.

Aku tidak mood menulis karena sedang burnout mungkin ya. Bagaimana menghilangkan burnout ini hanya aku yang tahu mungkin. Sebab kalau bukan aku yang mengobati burnout-ku, lalu siapa?

Mau makan enak, tapi mahal di ongkos. Mau jalan-jalan, mikir kalau aku tuh pengangguran. Akhirnya aku diam saja di rumah sambil menatap layar laptop tanpa mengetik satu huruf pun. Baru kali ini saja aku mencoba memaksakan diri untuk mengetik demi bisa setoran KLIP.

Aku berharap keesokan hari bisa lebih semangat lagi menjalani hidup ini meskipun statusku pengangguran. Aku berharap masih ada perusahaan yang mau menerimaku sebagai karyawan mereka meskipun usiaku tak muda lagi. 

Percayalah, aku masih punya etos kerja yang tinggi kok. Aku workaholic, dulu dan sampai sekarang. Kalau sekarang aku tidak workaholic karena sedang nganggur saja. Coba banyak job nulis, aku pasti akan giat di depan laptop sambil menulis dan desain Canva.

Ya Allah, hilangkan rasa malas dari dalam diri hamba, agar hamba bisa beraktivitas lagi penuh semangat dan optimisme. Jauhkan hamba dari rasa overthinking yang bisa membuat pikiran jadi kacau.





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama