Aku bingung, bulan Mei sudah dijalani meskipun baru hari kedua. Ada pertanyaan dalam hati, "Aku harus apa di bulan Mei ini?" Ada rasa bingung dalam hati tentang nasibku di masa depan. Tapi lagi-lagi aku hanya bisa pasrah dengan takdir Allah SWT.
Tak sengaja membaca status teman blogger di media sosial dan ternyata dia sudah tidak memperpanjang domainnya lagi karena sepi job. Dalam hati aku merasa dag dig dug juga karena sejujurnya pendapatanku sebagai blogger juga turun drastis nih.
Sudah sejak awal tahun sebenarnya aku berusaha mencari kerja lagi namun belum ada yang lolos juga. Interview demi interview aku ikuti namun hingga sekarang aku pun tak kunjung mendapat kabar juga. Kalau tak ada kabar juga maka aku anggap aku gagal dalam proses interview tersebut.
Aku berupaya untuk selalu produktif meskipun di rumah saja. Terkadang sempat terbersit di hati ada penyesalan ketika 2 tahun lalu memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Namun entah kenapa aku berpikir lagi, kalau dulu aku tidak resign, apa aku tidak semakin menjadi bulan-bulanan beberapa rekan kerja yang merupakan saudara owner perusahaan.
Aku sih pengen dapat gajinya dan bekerja saja namun tak ingin mendapat perlakuan toxic dari sesama rekan kantor. Mungkin bagi sebagian orang, aku itu cemen banget ya. Tapi tidak apalah kalau ada yang menganggap aku cemen dan tidak tahan banting. Aku cuma manusia biasa.
Dua tahun lalu, aku berpikir karir ngeblog bakal cemerlang terus sampai akhir hayat. Nyatanya dunia telah bergeser dan ngeblog saat ini bisa dibilang kurang ada potensi cuan lagi. Peluang sih masih ada namun tidak sebersinar dulu ketika setahun hingga dua tahun lalu.
Rupanya prediksiku salah dan sekarang aku sedang berpikir bagaimana bisa mendapatkan penghasilan secara rutin kembali. Jangan tanya kenapa aku tidak usaha sendiri saja. Percayalah tidak semua orang bisa buka usaha sendiri. Bukan karena terkendala modal juga, namun aku tidak telaten ketika membuka usaha sendiri.
Dulu aku nekat resign karena kondisi kantor yang menurutku sudah tidak kondusif lagi. Kemudian aku merasa dari penghasilkan sampingan sudah cukup untuk memenuhi dompet dalam upaya terpenuhinya kebutuhan sehari-hari. Nyatanya semua meleset, tidak sesuai dengan rencana Allah SWT.
Baiklah, aku tidak akan marah atau kecewa. Sedih iya namun life must go on tentunya. Aku harus mencari cara bagaimana bisa survive, Apalagi zaman sekarang cari kerja bisa dibilang sulit tapi bukankah manusia harus ikhtiar sampai titik darah penghabisan.
Bahkan aku punya tekad mau kerja sampai mati. Lah habis mau gimana lagi, aku tidak bisa menggantungkan hidupku kepada orang lain, apalagi aku tidak memiliki anak. Meskipun memiliki suami, namun aku bertekad ingin juga menghasilkan. Kita tidak tahu suami kita bisa hidup dengan umur panjang atau tidak sehingga perempuan itu wajib mandiri kalau menurutku ya..
Aku bertanya bukan berarti tidak bersyukur namun bertanya di bulan Mei ini harus melakukan apalagi agar bisa mendapatkan pekerjaan. Apa mau jualan affiliate, jadi reseller dropship dan masih banyak usaha yang mungkin bisa aku jalani.
Akan tetapi semua itu tidak bisa hanya jadi teori saja. Aku harus bergerak secepatnya karena pengeluaran sehari-hari itu tidak bisa menunggu lebih lama.
Aku berharap di bulan Mei ada kabar baik untuk diriku terkait pekerjaan dan keuangan. Aku punya mimpi ingin jadi orang kaya yang uangnya banyak agar bisa menolong orang lain yang mungkin sedang membutuhkan pekerjaan.
Ada banyak cerita di sekelilingku tentang orang-orang yang membutuhkan pekerjaan namun aku tidak bisa membantu mereka melainkan hanya doa dan dukungan agar mereka selalu semangat mencari kerja.
Tags
curhat
